Dari penelitian diberbagai belahan dunia
yang terus berkembang, hasil riset tentang tehnik penyerapan informasi
ke otak dibagi menjadi 5 tahap :
Karakter tidak dapat dibentuk dengan cara mudah dan murah. Dengan mengalami ujian dan penderitaan jiwa karakter dikuatkan, visi dijernihkan, dan sukses diraih ~ Helen Keller
Sama halnya bagi pembentukan karakter seorang anak, memang butuh waktu dan komitmen dari orangtua dan sekolah atau guru
(jika memprioritaskan hal ini) untuk mendidik anak menjadi pribadi yang
berkarakter. Butuh upaya, waktu dan cinta dari lingkungan yang
merupakan tempat dia bertumbuh, cinta disini jangan disalah artikan
memanjakan. Jika kita taat dengan proses ini maka dampaknya bukan ke
anak kita, kepada kitapun berdampak positif, paling tidak karakter
sabar, toleransi, mampu memahami masalah dari sudut pandang yang
berbeda, disiplin dan memiliki integritas (ucapan dan tindakan sama)
terpancar di diri kita sebagai orangtua ataupun guru. Hebatnya, proses ini mengerjakan pekerjaan baik bagi orangtua, guru dan anak jika kita komitmen pada proses pembentukan karakter.
“Orang mungkin tidak mengetahui tujuan kehidupannya, tetapi ia harus tahu cara menjalani kehidupan”
Lalu bagaimana cara membangun kekuatan karakter itu? Kekuatan karakter
akan terbentuk dengan sendirinya jika ada dukungan dan dorongan dari
lingkungan sekitar. Bayangkan sebuah lidi tidak akan memiliki daya untuk
menghalau sampah-sampah. Namun, jika didukung oleh ratusan lidi yang
lain akan membentuk satu kekuatan untuk membersihkan halaman rumah. Begitu juga dengan karakter,
akan menjadi kuat ketika didukung oleh lingkungan. Peran keluarga,
sekolah, masyarakat sangat dominan dalam mendukung dan membangun
kekuatan karakter.
No comments:
Post a Comment