Jika Anak "mogok" Sekolah??!
Mengenang bunda Yoyoh Yusroh di group MLC,
Beliau senantiasa menyempatkan diri untuk berbagi di sela-sela
kesibukan, ketika transit di bandara, ketika dalam perjalanan dsbnya.
simak berikut sharing Beliau, semoga bermanfaat.
"Sharing sj
pak Hari, diantara putra sy ada yg mogok sklh 2 tahun, sy ajak Tes ke
bbrp sekolah smu dari negr smp swasta SBI semua lulus, tapi ttp sj ia
hanya sklh bbrp pekan, ia lbh suka kursus bhs. Saat akan UN sy agak
panik khawatir ia tdk punya ijazah smu, akhirnya sy bujuk untuk sekolah 3
bln disekolah tempat ia masuk pertama, alhamdulillah ia mau, tp bbrp
pkn sj ia masuk, mogok lg, akhirnya sy coba bicara lagi sbtlnya apa yg
membuat abang tdk mau sekolah? Ia bilang males, monoton, gurunya satu
muridnya 30, lbh baik aku baca buku di rumah 4 jam bisa bbrp buku.
Akhirnya kami menyerah, dan ia tetap kami daftarkan di UN, guru guru
sempat cemas krn bila ia tdk lulus, mempngrhi prosentsi kelulusan siswa.
Sy katakan sy optimis insyaAllah ia lulus. Alhmdllh ia termsk 7 besar
kmdian ia mau ikut tes UMPTN, alhmdllh di terima di UI, saat ini sdg
ikut debat nasional. Mewakili UI di Surabaya... Sy bersyukur saat ia
mogok, sy jarang bicara hanya mengingatkan waktu sholat dan makan,
memberi nasihat hanya sesekali...sy berpikir kalau sy emosi sy tdk bisa
mengontrol diri, dan mngkn bertindak negatif yg membuat ia tidak bahagia
dan dendam kpd sy, alhamdulillah smg ia menjadi anak sholeh dan
berkontribusi dlm membangun peradaban....
Share dari Grup Millenial Learning Center,asuhan Bapak Harry Santosa.
No comments:
Post a Comment